Posts

Early Winter 2018

Image
Everything has changed. What can I say? Human make mistakes. Happy and sad, mixed feelings. I’m afraid of what’s in front of me, yet excited what’s next. Just like I don’t like to be here, yet I will definitely miss this country. Such a contrary right? I know, but that’s what inside my mind lately. Sometimes I’m drowned in this feeling that I cannot even describe. Like tired? I don’t know. Does anyone ever feel the same?

What if we can live more than 100 years?

Image
Eniwei ini foto di Kenting awal April ini :) Aku rasa kita ada di dunia ini bentar doang ya. Ga berasa tahun ini umurku 24 tahun, omo omo.. But honestly I still feel like I'm 19 years old XD Dan ternyata aku juga udah di Taiwan 5 tahun lebih. Setengah ga percaya sih. Aku masih inget hari-hari waktu aku baru sampe Taiwan Februari 2013, pas lagi di MRT. Seingetku aku lagi lewatin MRT Yuanshan mau ke MRT Jiantan, kan kondisi luar kaca MRT bisa keliatan pemandangan luar tuh. Nah saat liat kota Taipei dari situ aku mikir, "Gila, aku bakal 4 tahun ada di sini." Saat itu mikir 4 tahun ini bakal lama banget, excited sekaligus bingung gimana abisin waktu 4 tahun di kota yang asing ini. Fyi, keputusanku buat kuliah di Taipei memang setengah nekat. Di Taiwan, aku ga ada saudara / temen 1 pun. Satu angkatan SMA ku, cuma aku sebiji yang kuliah ke Taiwan. Bahkan aku berangkat kuliah ke Taiwan pun sendirian, dari Semarang naik pesawat ke Jakarta, trus dari J

One of my favorite quotes

Image
Law of Attraction: When you truly want something and go after it without limiting yourself with disbelief, the Universe will make it happen.

Fall 2017, Cerita Soal Kost

Yep, postingan terakhir berjudul "Fall 2016". Artinya udah hampir setahun gak ngeblog. MHUAHAHA. Kalo baca di postingan sebelumnya, isinya review tentang aktivitasku dari awal tahun sampe saat aku tulis itu. Trus endingnya aku bilang kalo lagi cari kost dan berharap dapet yang cocok. dan... YUP! I got it :) Ceritanya cukup panjang sih sebenernya, dan cukup bikin deg-deg an sampe ga bisa tidur. Jadi saat itu mulai Oktober udah ketar-ketir buat cari kost. Karena Januari aku udah mesti kluar dari asrama universitas. Kalo saat itu aku ga dapet kost, mungkin gw bisa ngemper, atau ditemuin Jay Chou dan dibawa dia pulang. mateng dah. Rasa takut itu bukan tanpa sebab, soalnya aku pengen banget dapet kost di daerah distrik Shilin karena sudah nyaman dan deket sama kantor. Buat yang belum tau, di sana ada Shilin Night Market yang makanannya bejibun, cari apapun ada. Dan pas mulai nyari, ga ada yang sreg. Rata2 kurang bersih. Sekalinya bersih, harganya selangit. Di si

Fall 2016

Hi... Anyway this early year akhirnya aku balik Indo setelah 2,5 tahun. kinda late to tell... but whatever. Yup, terakhir kali balik ke Indo itu liburan summer 2013.. Jadi dari bulan Juni akhir sampe 5 September kalo ga salah. Dan baru balik Indo lagi 19 Jan - 19 Feb 2016. LOL. Kenapa bisa selama itu gak pulang? I don't know. Mungkin karena lagi seneng-senengnya kerja part time di sini. Tapi akhirnya datang juga saat-saat dimana rasanya jenuh, kangen keluarga, kangen my cute dog Dolin, dan of course makanan Indonesia. Waktu itu lagi bosen-bosennya sama Taiwan sampe mau makanpun gak nafsu. Saking bosennya uda gatau mau makan apa lagi. hehe. Aku inget makanan pertama yang aku makan waktu sampe Semarang adalah... ayam goreng & sop buntut Paimin XDD Seriously, can't find that kind of taste here. Sooooo yummy! Apalagi nasi padang, bebek goreng, bakso... ais, jadi laper. Dan pas aku liat Semarang sih.. not much difference.. tapi emang beberapa daerah uda jadi lebih

Tentang Akumulasi

26/6/2016 12:59 AM Akumulasi. Menurut KBBI, arti kata Akumulasi : akumulasi/aku·mu·la·si/ n 1 pengumpulan; penimbunan; penghimpunan. Menurut aku, akumulasi artinya kurang lebih sama. Semacam menumpuk sesuatu sedikit demi sedikit, dan pasti bikin jumlahnya pasti lama-lama semakin banyak. Yang paling sering pake sistem akumulasi itu menurut aku kartu member toko tertentu. Misalkan tiap belanja nominal Rp 100.000 akan ada poin senilai Rp 1.000. Dan jumlah berlaku secara akumulasi. Jadi misalkan selanjutnya kita terus-terusan belanja di sana sampai mungkin jutaan rupiah, maka jumlah bonus poinnya otomatis terakumulasi dan bertambah. Poin tersebut nantinya biasanya akan dipotongkan ke harga barang yang kita beli sebagai diskon. Sounds great right? Tapi gimana kalo akumulasi itu diberlakukan untuk sebuah relationship? Kesalahan pasangan tidak pernah kamu maafkan dan lupakan, tapi justru terus kamu jumlahkan. - forgive and forget - Menurut aku dalam sebuah hubungan itu peru